Thursday, May 3, 2012

Berikut Tempat Kuliah 'Gratis Plus Uang Saku'

Leave a Comment
Oleh : Robertus Rimawan

Ilustrasi Istimewa


NB: Tulisan ini berdasar pencarian informasi melalui website masing-masing sekolah. Apabila informasi saat ini dan selanjutnya telah berubah, tidak seperti semula, bukan bagian tanggung jawab kami. Artikel ini hanya bersifat informatif yang perlu ditelusuri kembali. Terima kasih. 


ROBERTUSSENJA.COM - Pendidikan tinggi sangat penting, bahkan penulis harus bekerja dulu selama empat tahun baru bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan saat kuliah pun harus 'nyambi' bekerja hingga akhirnya bisa lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana psikologi. Andai saja memiliki informasi ini sejak lama, tentu tak perlu bekerja atau sambil bekerja untuk bisa kuliah. Tentu akan dipilih tempat kuliah yang sesuai dengan minat. Apalagi di sini selain biaya kuliah ditanggung kementerian atau lembaga yang menaunginya, mendapat pula uang saku plus nanti penempatan kerja dengan jaminan karir yang bagus.

Informasi ini sangat penting bagi pelajar yang baru saja lulus SMA, keluarga yang memiliki ekonomi kurang mampu namun anaknya punya kemampuan akademik yang bagus. Maka kali ini robertussenja.com telah menelusuri beberapa tempat kuliah tersebut berikut informasi awal dan link terkait agar pembaca bisa mempelajari kesesuaian dengan minat dan kemampuannya.

 

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Sekolah tinggi ini berada di bawah Badan Pusat Statistik, informasi terakhir siswa mendapat uang saku per bulannya capai Rp. 850.000. Pendaftaran dilakukan secara online di www.stis.ac.id dengan lokasi kuliah Jakarta.

STIS semula bernama Akademik Ilmu Statistik (AIS), merupakan perguruan tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. STIS kembali memanggil pemuda/pemudi Indonesia yang memiliki motivasi tinggi untuk dididik menjadi ahli statistik.

STIS menyelenggarakan program Diploma IV (D-IV) yang diterapkan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS) dan ditempuh selama 4 tahun. STIS memiliki 2 jurusan, yaitu Statistika dan Komputasi Statistik, di mana jurusan Statistika terbagi menjadi 2 bidang peminatan, yaitu Statistika Ekonomi dan Statistika Sosial Kependudukan. Lulusan STIS mendapat sebutan Sarjana Sains Terapan (S.S.T.). Tahun Akademik 2012/2013, STIS menerima mahasiswa baru melalui dua jalur umum, yaitu Jalur Umum Ikatan Dinas dan Jalur Umum Tugas Belajar Instansi Non BPS.

STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional. Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik. STIS mempunyai dua jurusan: Jurusan Statistika – dengan dua bidang peminatan, yaitu Ekonomi dan Sosial Kependudukan – dan Jurusan Komputasi Statistik. Jurusan Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Jurusan Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.

Jalur Umum Ikatan Dinas merupakan jalur seleksi untuk lulusan SMA/MA jurusan IPA yang setelah lulus pendidikan di STIS akan diangkat langsung menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III/a, untuk selanjutnya ditempatkan di unit kerja BPS di seluruh Indonesia sampai dengan tingkat kabupaten/kota. Selama masa pendidikan, mahasiswa tidak dikenakan biaya pendidikan, justru mendapat tunjangan ikatan dinas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mahasiswa memiliki ikatan dinas selama dan setelah lulus dari pendidikan di STIS, yaitu wajib bekerja di lingkungan BPS sesuai penempatannya di seluruh Indonesia selama dua kali masa pendidikan secara berturut-turut.
     
Jalur Umum Tugas Belajar Instansi Non BPS merupakan jalur seleksi untuk mereka yang memiliki status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai tetap pada BUMN/BUMD, atau TNI/POLRI, dan telah menyelesaikan pendidikan SMA/MA jurusan IPA, yang ditugasi oleh instansi yang bersangkutan untuk mengikuti pendidikan di STIS. Biaya pendidikan ditanggung oleh instansi yang menugasi.

Pendaftaran ditutup 4 Mei 2012 pukul 20.00 WIB untuk jalur ikatan dinas dan 27 April 2012 pukul 24.00 WIB untuk jalur tugas belajar instansi non BPS. Batas waktu pembayaran 3 hari kerja setelah pendaftaran (batas waktu maksimum 4 Mei 2012 Pukul 23.59 WIB)

Cara Pendaftaran dilakukan oleh calon peserta secara online melalui internet dan dapat dilakukan dari mana pun.Peserta dapat memilih lokasi ujian di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Calon peserta tidak harus mengikuti ujian sesuai tempat tinggalnya atau tempat di mana yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan SMA/MA.

Biaya Seleksi Rp. 225.000,- (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah), dibayarkan melalui Teller atau ATM Bank BRI, setelah mengisi data pendaftaran secara online. Untuk pembayaran melalui ATM Bank BRI, hanya bisa menggunakan Kartu ATM Bank BRI. Biaya administrasi bank ditanggung peserta. Biaya seleksi dan biaya administrasi bank yang telah dibayarkan, tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.

Website resmi STIS adalah http://www.stis.ac.id. Segala informasi mengenai PMB STIS dapat diakses melalui website tersebut. Alamat Panitia Pusat PMB STIS adalah di Kampus STIS, Jalan Otto Iskandardinata No. 64C Jakarta Timur 13330. Telp: (021) 8508812, 8191437, Fax: 8197577. Hotline PMB Telp: (021) 85900884. Alamat Panitia Daerah adalah di Kantor BPS Provinsi di seluruh Indonesia (kecuali Provinsi DKI Jakarta di Kampus STIS). Alamat Kantor BPS Provinsi bisa dilihat di Website BPS di http://www.bps.go.id.

Kampus STIS
Jl. Otto Iskandardinata No. 64C
Jakarta 13330
Telp. (021) 8191437, 8508812
Fax. (021) 8197577
Hotline PMB (021) 85900884

 

AKAMIGAS-STEM

Akademi Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.  Lokasi kuliah di Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

Sekolah Tinggi Energi dan Mineral yang untuk selanjutnya disebut STEM “Akamigas” Cepu adalah pengembangan dan atau peningkatan status dari Akademi Minyak dan Gas Bumi (AKAMIGAS). AKAMIGAS yang didirikan pada tahun 1966 dengan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 91/DD/Migas/1966 tanggal 24 Oktober 1966 merupakan penggabungan Akademi Perminyakan Permina (APP) di Bandung dengan Pendidikan Kejuruan Perminyakan (PKP) di Plaju, bertujuan untuk mendidik meningkatkan kemampuan pegawai – pegawai Pertamina yang memang sangat dibutuhkan kemampuannya. Secara resmi Akamigas dibuka pada tanggal 7 Februari 1967 yang terdiri dari 4 Jurusan yaitu Eksplorasi dan Eksploitasi, Pemboran, Pengolahan, dan Logistik dengan jumlah mahasiswa 72 (tujuh puluh dua) orang.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan tenaga – tenaga terampil yang diperlukan di lapangan, pada tahun 1977, dengan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi nomor 1/P/DJ/Migas/1977 tanggal 24 Oktober 1977 pola pendidikan di AKAMIGAS dirubah dari yang semula Pendidikan pola bulat 3 tahun menjadi pola berjenjang Diploma I, II dan III.

Pada tahun 1999 dengan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi nomor : 1042 tahun 1999 tanggal 10 Juni 1999 AKAMIGAS ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan dengan pola pendidikan berjenjang yang bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Migas melalui Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi (PPT Migas)

Terhitung mulai Tahun Akademik 2002/2003, AKAMIGAS menyelenggarakan Program Studi Diploma IV atas dasar Surat Mendiknas Nomor 41/MPN/2002 tanggal 21 Pebruari 2002. Disamping Surat persetujuan dari Mendiknas tersebut juga diperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan dan Menteri PAN. Bersamaan dengan itu AKAMIGAS membuat surat resmi sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang – undangan.

Test intake calon mahasiswa STEM “Akamigas” diadakan di beberapa kota, yaitu Medan, Dumai, Plaju, Jakarta, Cilacap, Balongan, Surabaya, Balikpapan. Asal calon mahasiswa pada masing masing masing rayon tersebut adalah Dumai (Pertamina EP Area Sumatra, Pertamina RU II Dumai, Pertamina Marketing and Trading), Plaju (Pertamina EP Area Sumatra, Pertamina RU III Plaju, Pertamina Marketing and Trading Area Sumbagut dan Balinus), Jakarta ( Pemda/Pemkab Sumatra, Kalimantan, PT Tenaga Listrik Gorontalo), Balongan (Pertamina EP Region Jawa, Pertamina RU VI Balongan), Cilacap (Pertamina RU IV Cilacap, Pertamina Marketing and Trading, Pemda/Pemkab area Jawa Tengah), Surabaya (Pertamina Marketing and Trading, Petrochina East Java, BP Indonesia, Pemda/Pemkab Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Sulawesi), Balikpapan ( Pertamina Marketing and Trading Area Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, Pertamina RU V Balikpapan, Vico Indonesia Muara Badak).

Materi Test untuk Diploma I adalah Test Kemampuan Umum yang dilaksanakan oleh tim penguji dari LPT Universitas Indonesia, sedang untuk Diploma II, III dan IV adalah materi Matematika, Bahasa Inggris, Pengetahuan Alam/Umum dan Pengetahuan Kejuruan dilaksanakan oleh team penguji dari STEM “Akamigas”. Selain test intake yang dilaksanakan hari ini dan besok masih akan menyusul test intake dari Kementerian ESDM, Perusahaan Gas Negara, MEDCO Energi yang pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kesiapan team penguji dari STEM “Akamigas” dan stakeholder.


Multi Media Training Center (MMTC)

Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo).  Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id,  Lokasi kuliah di Yogyakarta

Multi Media Training Centre (MMTC) adalah lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan milik Pemerintah yang berdiri pada tanggal 31 Juli 1985. Sesuai dengan tuntunan jaman, maka kini MMTC telah menjadi Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta (STMM MMTC), institusi pendidikan tinggi di bidang penyiaran dan multi media yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Saat ini, STMM MMTC membuka peluang bagi masyarakat luas untuk meraih sukses, melalui pengetahuan dan ketrampilan di bidang Broadcasting dan Multi Media. STMM MMTC adalah satu langkah maju untuk menggapai masa depan gemilang dan satu pilihan tepat bagi insan yang cerdas dan kreatif. Karena globalisasi tak akan pernah lepas dari kemampuan dalam penguasaan Multi Media.

STMM MMTC memiliki kampus yang nyaman, instruktur yang berpengalaman, serta dukungan peralatan yang lengkap. Kami membuka kesempatan bagi Anda semua untuk bergabung menyongsong masa depan cerah sebagai broadcaster professional.

STMM MMTC menyelenggarakan 2 Jenis program pendidikan yaitu pendidikan kedinasan bagi aparatur pemerintah dan swadana bagi masyarakat umum. Kami selalu berupaya untuk mengembangkan program pendidikan bagi aparat pemerintah daerah yang bermaksud mengembangkan SDM-nya dalam kompetensi pengelola siaran maupun informasi pada satuan kerja perangkat daerah.
Calon peserta test penerimaan mahasiswa baru (PMB) Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta, Jumat tanggal 18 Mei 2012 akan diadakan computer base test (CBT). Namun sesuai dengan pengumuman resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika  nomor: 17/SE/SJ/KOMINFO/12/2011 tanggal 30 Desember 2011, bahwa hari Jumat tanggal 18 Mei 2012 adalah hari libur cuti bersama. Sehubungan dengan hal tersebut,  maka proses computer base test (CBT) pada tanggal 18 Mei 2012 akan dialihkan/diundur waktu pelaksanaannya pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2012.

 

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)

Sekolah ini di bawah Lembaga Sandi Negara.  Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id. Lokasi kuliah di Bogor.

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang didirikan berdasarkan surat Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002 dan diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.

STSN merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (AKSARA) yang menjalankan program Diploma III selanjutnya menjadi STSN yang menjalankan  program Diploma IV. Lulusan STSN memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan ancaman terhadap pengamanan informasi rahasia serta tuntutan pengguna persandian di lingkungan instansi pemerintah. Sebagai institusi pendidikan di bidang sandi dan aplikasinya, STSN mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam hal pengetahuan dan aplikasi teknis persandian.

STSN merupakan salah satu lembaga atau institusi pendidikan yang mendukung terselenggaranya pertahanan negara melalui penyediaan sumber daya manusia terdidik yang memiliki kompetensi khusus dibidang pengamanan informasi, khususnya persandian. Melalui kompetensi tersebut, lulusan STSN mampu mengamankan informasi yang sifatnya strategis dan rahasia yang menjadi aset negara. Informasi rahasia yang dimiliki oleh suatu negara menjadi sasaran utama bagi pihak-pihak lawan atau yang tidak berkepentingan untuk dapat mengambil keuntungan baik dari aspek politis, sosial, ekonomis maupun yang terkait pertahanan dan keamanan negara.

Dalam Undang-undang ini dinyatakan bahwa dalam hal bela negara atau pertahanan negara, setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Mahasiswa dan/atau lulusan STSN merupakan SDM potensial dalam mendukung pertahanan negara karena memiliki kesiapan fisik, pengetahuan, dan kemampuan di bidang keamanan informasi. Dengan bermodalkan kesadaran akan pengamanan, mahasiswa dan/atau lulusan STSN memiliki dedikasi, loyalitas dan integritas tinggi yang dilengkapi dengan kemampuan dibidang keamanan informasi dan sandi.


Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS)

Sekolah ini di bawah Kementerian Sosial RI.  Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu.  Info di: www.stks.ac.id

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Sosial RI yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV Pekerjaan Sosial dan Program Pascasarjana Spesialis Pekerjaan Sosial. STKS berdiri sejak tahun 1964 sebagai peningkatan dari Kursus Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST) dan berjangka waktu pendidikan selama 2 (dua) tahun, yang sebelumnya berbentuk Kursus Dasar Sosial A (KDSA) yang didirikan tahun 1957 dan berjangka waktu pendidikan selama 1 (satu) tahun. Sampai dengan tahun 1970, STKS Bandung hanya menyelenggarakan pendidikan Profesional Pekerjaan Sosial Tingkat Sarjana Muda. Pada tahun 1971 Program Pendidikan STKS ditingkatkan dengan dibukanya program sarjana (S1). Dengan adanya ketentuan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang dihapuskannya program sarjana muda, maka sejak tahun 1985 selain jenjang pendidikan S1, STKS juga menyelenggarakan program pendidikan jenjang Diploma III, kemudian jenjang pendidikan program Diploma IV dimulai sejak tahun akademik 1989/1990.

Sampai tahun 2011, jumlah lulusan STKS sebanyak 11.067 orang, terdiri atas lulusan program pendidikan KDSA, KKST, Sarjana Muda, Diploma III, Sarjana (S1) dan Diploma IV, serta Pascasarjana (S2). Alumni STKS Bandung tersebar di berbagai instansi pemerintah (kemensos RI, Kemendagri RI, KemenkeS RI, Kemendiknas RI, Kepolisian, TNI, dll.) pemerintah daerah, swasta maupun lembaga-lembaga internasional (UNICEF, UNDP, Save The Children, Plan International, dll.).

Pada tanggal 18 Januari 2001 status STKS sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan dikukuhkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2001. Adapun Organisasi dan Tata Kerja STKS Bandung dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 24 PEG-HUK/2002, dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor: 51/HUK/2006 tentang Statuta STKS Bandung.

Disamping itu, berdasarkan Surat Persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI Nomor: 15/D/T/05 tanggal 10 Januari 2005, mulai tahun akademik 2006 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menyelenggarakan Program Studi Profesi Pekerjaan Sosial (Spesialis-1/Sp-1). Program Pendidikan Spesialis-1 (Sp-1) Pekerjaan Sosial ini meliputi 2 (dua) konsentrasi yaitu Konsentrasi Pekerjaan Sosial Sosial Klinis dan Konsentrasi Pekerjaan Sosial Komunitas.


Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)

Sekolah ini berada di bawah naungan Badan Pertanahan Nasional RI.  Pendaftaran online di www.stpn.ac.id. Lokasi kuliah di Yogyakarta.
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan yang telah cukup lama hadir di Indonesia dan telah meluluskan dalam bilangan ribuan mahasiswa yang kini tersebar di seluruh tanah air. Keberadaan STPN yang memiliki sejarah panjang sebagai Perguruan Tinggi sejak tahun 1963 dengan nama Akademi Agraria, maka dapat digolongkan sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan tertua di Indonesia

Bila melihat dari kekhususan substansi pendidikannya yaitu Pendidikan Tinggi Pertanahan maka STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan pertanahan secara terpadu, menekuni kekhususan bidang tersebut dan berusaha mengembangkannya sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan mandiri.

Lahirnya Akademi Agraria pada tahun 1963 yang merupakan cikal bakal STPN tidak dapat dipisahkan dengan lahirnya UUPA tahun 1960 yang membawa perubahan besar dalam hukum pertanahan yang berlaku di Indonesia. Ada lima misi utama yang dibawa dengan lahirnya UUPA tersebut yaitu:
1. Perombakan Hukum Agraria
2. Pelaksanaan Landreform
3. Penataan Penggunaan Tanah
4. Likuidasi hak-hak asing dalam bidang Agraria
5. Penghapusan sisa-sisa feodal dalam bidang agraria

Untuk dapat melaksanakan tugas berat tersebut maka diperlukan lebih banyak tenaga-tenaga ahli dan profesional yang mampu menangani dan mengelola tugas bidang pertanahan. Tenaga ahli dan profesional yang dimaksud disini adalah tenaga yang mempunyai kecakapan, kemahiran dan keterampilan untuk membina, mengembangkan dan atau melaksanakan tugas-tugas yang berkenaan dengan pengaturan penggunaan tanah, pengaturan penataan kembali penguasaan dan pemilikan tanah, pengaturan pendaftaran hak untuk mencapai kepastian hak dan pengaturan administrasi pertanahan baik di pusat maupun daerah disamping memiliki integritas kepribadian yang tinggi.

Oleh karena itu, Akademi Agraria yang kemudian dirubah menjadi Akademi Pertanahan Nasional terus ditingkatkan dan dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional yang menetapkan program pendidikannya secara konsisten berupa program pendidikan keahlian

 

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Institut ini di bawah Kementerian Dalam Negeri RI.  Pendaftaran offline di Bagian Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Lokasi kuliah di Jakarta, Pekanbaru, Manado, Bukittinggi & Makassar.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia, yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat. Pada 10 Oktober 2007, dalam sebuah sidang kabinet, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk mengubah IPDN menjadi Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menyusul terungkapnya kasus kekerasan yang terjadi di IPDN.
Berawal dari didirikannya Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Malang Jawa Timur pada tanggal 1 Maret 1956 berdasarkan SK Mendagri No.Pend. 1/20/565 tanggal 24 September 1956 dengan Direktur Pertama dr. Raspio Woerjadiningrat. Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kader aparatur pemerintah di tiap daerah, maka sejak tahun 1965 satu demi satu didirikan APDN di berbagai provinsi dan pada tahun 1970 telah berdiri 20 APDN di seluruh Nusantara, lokasi-lokasi APDN tersebut adalah di Banda Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Tanjung Karang, Bandung, Semarang, Malang, Mataram, Kupang, Ujung Pandang, Manado, Pontianak, Banjarmasin, Palangka Raya, Samarinda, Ambon, dan Jayapura.

Sampai dengan tahun pendidikan 1991 yaitu tahun alumnus berakhimya operasi APDN di daerah-daerah telah menghasilkan 27.910 orang, yang penempatannya tersebar di 27 Propinsi. Kini para alumninya sudah mengembangkan diri untuk pendidikan selanjutnya dan pada umumnya sudah menduduki jabatan teratas di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Untuk menyamakan pola pendidikan APDN dikeluarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 38 Tahun 1988 tentang Pembentukan APDN yang bersifat Nasional yang dipusatkan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Dalam proses perkembangan selanjutnya dikeluarkan Keputusan Presiden No.42 Tahun 1992, yang mengubah APDN menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri disingkat menjadi STPDN. Bagi lulusan Program D-IV STPDN berhak menyandang gelar "SSTP" (“Sarjana Sains Terapan Pemerintahan”). Lulusan atau alumni STPDN diharapkan memiliki tiga kompetensi dasar yaitu: Kepemimpinan (Leadership), Kepelayanan (Stewardship), Kenegarawanan (Statemanship).

Setelah terjadi kasus kekerasan pada praja Wahyu Hidayat yang menyebabkannya meninggal dunia, pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri akhirnya memutuskan melebur Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dalam wadah baru bernama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 2005. Perubahan yang diatur Keppres Nomor 87/2004 tentang Penggabungan STPDN dan IIP dan Permen Dalam Negeri No. 29 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN, sebenarnya sudah dirancang sejak 1998 karena ada aturan yang membatasi setiap departemen hanya memiliki satu pendidikan kedinasan.

Pada 10 Oktober 2007, IPDN kembali diubah menjadi Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), namun IIP yang baru ini tidak akan hanya mempunyai kampus di Jatinangor, melainkan juga di beberapa daerah lain seperti Bukittinggi (Sumatera Barat), Rokan Hilir (Riau), Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara), Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kubu Raya (Kalimantan Barat), dan Jayapura (Papua). IIP juga akan berbeda dari IPDN dari segi sistem pendidikannya, meskipun pada saat keputusan perubahan ini diambil sistem pendidikan yang baru tersebut belum diatur secara dirinci.

 

Akademi Ilmu Permasyarakatan (AKIP)

Akademi ini berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau http://www.akip.ac.id Lokasi kuliah di Depok.
Akademi ini terlahir berdasarkan 2 (dua ) peristiwa di bidang Hukum Nasional :

Tanggal 5 JULI 1963, penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kpd SAHARJO, SH, Menteri Kehakiman menyatakan bahwa, pemasyarakatan adalah Tujuan pidana penjara ditetapkan menjadi penyuluh bagi petugas dalam memperlakukan narapidana

Tanggal 27 April 1964, yakni dimulainya Konferensi Nasional Kepenjaraan di Lembang Bandung menetapkan :

Perubahan sistem perlakuan terhadap narapidana di Indonesia dari sistem kepenjaraan ke Sistem Pemasyarakatan

Pemasyarakatan bukan hanya sekedar tujuan pidana penjara, melainkan sebagai suatu proses yang bertujuan pemulihan kesatuan kembali hubungan (integritas/integriteit) kehidupan dan penghidupan, yang terjalin antara individu terpidana dan masyarakat, menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Dalam rangka misi pemasyarakatan seterusnya, maka secepat mungkin didirikan Akademi Ilmu Pemasyarakatan agar nantinya tenaga - tenaga Kemekumham yang bersentuhan langsung dengan narapidana memiliki kemampuan untuk tujuan tersebut.


 

Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT)

Sekolah tinggi ini berada di bawah Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Pemerintah Jerman. Informasi lengkap ada di http://www.stttekstil.ac.id. Pendaftaran secara offline langsung ke kampus STTT.

Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di mulai sejak tahun 1922 dengan nama Textile Inrichting Bandoeng (TIB) . Di era pemerintahan Indonesia, tahun 1954 dikembangkan menjadi Akademi Textil (AKATEX) . Akatex mempunyai dua program studi, yaitu teknik tekstil dan kimia tekstil, kedua program studi tersebut diselesaikan selama tiga tahun setengah dan lulusannya mendapat gelar Bachelor Tekstil (Bk.Teks) .

Tahun 1964, Akatex di ubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Tekstil (PTIT) dengan program studi yang sama dan lulusannya mendapatkan gelar Sarjana Tekstil . Program studi PTIT diselesaikan selama lebih dari dua tahun setelah Akatex

Berdasarkan keputusan Menteri Perindustrian pada tahun 1966 di rubah lagi menjadi Institut Teknologi Tekstil (ITT) yang merupakan gabungan dari Akatex, PTIT, Balai Penelitian Tekstil (BaPT), dan Pilot Pemintalan.

Sejak tahun 1979, ITT dikembangkan menjadi dua lembaga, yaitu Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Industri Tekstil (BBT) dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) . Pembentukan STTT ini kemudian diperkuat dengan Surat Keputusan Bersama Menteri   Perindustrian dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 274/SK/VI/1981 dan 0182/0/1981 tangal 6 Juni 1981. STTT menyelenggarakn pendidikan vokasi Program Diploma IV (dengan masa studi selama 4 tahun) dan Program Diploma I (dengan masa studi selama 1 tahun). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, lulusan Program Diploma IV memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan (S.S.T) sedangkan lulusan Program Diploma I memperoleh sebutan Ahli Pratama (AP) .

Sampai saat ini STTT adalah satu-satunya perguruan tinggi di bidang teknologi tekstil milik Pemerintah Indonesia. Demikian daftar tempat kuliah semoga bermanfaat dan terus semangat untuk menggapai cita-cita, menjadi manusia yang berkualitas dari sisi sumber daya manusia. Salam.

NB: Tulisan ini berdasar pencarian informasi melalui website masing-masing sekolah. Apabila informasi saat ini dan selanjutnya telah berubah, tidak seperti semula, bukan bagian tanggung jawab kami. Artikel ini hanya bersifat informatif yang perlu ditelusuri kembali. Terima kasih.

0 komentar:

Post a Comment