Yang Terbaru

Berita

Fiksi

Resensi

Catatan Perjalanan

Friday, December 6, 2013

Jadwal dan Peta Kekuatan Lengkap Piala Dunia 2014

Suasana pengundian tiap grup untuk Piala Dunia 2014 - FOTO GETTY IMAGES/FIFA.COM


ROBERTUSSENJA.COM
- Undian pembagian grup laga Piala Duunia telah digelar di Costa do Sauipe Brasil, Jumat atau Sabtu (7/12/2013) dini hari Wita. Diluar perkiraan, ternyata ada beberapa grup neraka seperti grup B dan grup D dan G. Grup B pertemuan dini antara Belanda dan Brasil, sedangkan Grup D mempertemukan tiga tim yang Italia, Inggris dan Uruguay dan Grup G pertarungan bergengsi antara Spanyol dan Portugal.

Seolah babak final berada di awal-awal pertandingan, namun hal ini akan menunjukkan suatu di luar perkiraan, tim yang tak pernah juara bisa saja mengukir prestasinya. Jangan lewatkan laga pertama final Piala Dunia 2014 babak kualifikasi grup akan digelar 13 Juni 2014  pukul 04.00 WITA yang mempertemukan Brasil melawan Kroasia.

Berikut jadwal pertandingan babak penyisihan pada masing-masing grup mengutip FIFA:

Grup A
Match     Date - Time     Venue   
1     13/06 03:00     Sao Paulo     Brazil     -     Kroasia
2     13/06 23:00     Natal     Meksiko     -     Kamerun
17     18/06 02:00     Fortaleza     Brazil     -     Meksiko
18     19/06 02:00     Manaus     Kamerun     -     Kroasia
33     24/06 03:00     Brasilia     Kamerun -     Brasil
34     24/06 03:00     Recife     Kroasia     -     Meksiko

Grup B
3     14/06 03:00     Salvador     Spanyol - Belanda
4     14/06 05:00     Cuiaba     Chile     -     Australia
19     19/06 05:00     Rio De Janeiro     Spanyol  - Chile
20     18/06 23:00     Porto Alegre     Australia - Belanda
35     24/06 00:40     Curitiba     Australia - Spanyol
36     23/06 23:00     Sao Paulo     Belanda - Chile

  
Grup C
5     14/06 23:00     Belo Horizonte     Kolumbia     - Yunani
6     15/06 05:00     Recife     P. Gading     -     Jepang
21     19/06 23:00     Brasilia     Kolumbia     - P Gading
22     20/06 05:00     Natal     Jepang     -     Yunani
37     25/06 03:00     Cuiaba     Jepang     -     Kolumbia
38     25/06 03:00     Fortaleza     Yunani     -     P Gading

  
Grup D

7 02:00     Fortaleza     Uruguay     -     Kosta Rika
8     15/06 08:00     Manaus     Ingris     -     Italia
23     20/06 02:00     Sao Paulo     Uruguay -     Inggris
24     20/06 23:00     Recife     Italia     -     Kosta Rika
39     24/06 23:00     Natal     Italia     -     Uruguay
40     24/06 23:00     Belo Horizonte     Kosta Rika -     Inggris

  
Grup E

9     15/06 23:00     Brasilia     Swiss     -     Ekuador
10     16/06 02:00     Porto Alegre     Prancis -     Honduras
25     21/06 03:00     Salvador     Swiss     -     Prancis
26     21/06 06:40     Curitiba     Honduras -     Ekuador
41     26/06 03:00     Manaus     Honduras     -     Swiss
42     26/06 03:00     Rio De Janeiro     Ekuador -     Prancis

  
Grup F
11     16/06 05:00     Rio De Janeiro     Argentina Bosnia
12     17/06 03:40     Curitiba     Iran     - Nigeria
27     21/06 23:00     Belo Horizonte     Argentina - Iran
28     22/06 05:00     Cuiaba     Nigeria     - Bosnia
43     25/06 23:00     Porto Alegre     Nigeria - Argentina
44     26/06 00:00     Salvador     Bosnia-  Iran

  
Grup G
13     17/06 00:00     Salvador     Jerman     -     Portugal
14     17/06 05:00     Natal     Ghana     -     USA
29     22/06 02:00     Fortaleza     Jerman     -     Ghana
30     23/06 02:00     Manaus     USA     -     Portugal
45     26/06 23:00     Recife     USA     -     Jerman
46     26/06 23:00     Brasilia     Portugal -     Ghana

  
Grup H
15     17/06 23:00     Belo Horizonte     Belgia     -     Algeria
16     18/06 05:00     Cuiaba     Rusia     -     Korea Selatan
31     23/06 05:00     Rio De Janeiro     Belgia     -     Rusia
32     22/06 23:00     Porto Alegre     Korea Selatan - Algeria
47     27/06 03:00     Sao Paulo     Korea Selatan - Belgia
48     27/06 04:40     Curitiba     Algeria - Rusia



PETA KEKUATAN LENGKAP


GRUP A


Grup A dihuni oleh tuan rumah Brazil, Kamerun, Meksiko dan Kroasia.  Diperkirakan Brazil akan tidak terlalu sulit lolos ke babak berikutnya. Persaingan sengit justru akan terjadi pada tiga tim lainnya, namun Kroasia menjadi yang terkuat di antaranya.

BRASIL
Pelatih: Luiz Felipe Scolari
Tekanan kepada tim tamu sangatlah besar karena dituntut untuk lebih bagus dibandingkan tim tahun 1950 ketika Brazil menjadi runner-up pada Piala Dunia terakhir yang diadakan di Brasil.

Di tengah keprihatinan atas penampilannya, Mano Menezes dipecat akhir tahun lalu, untuk membuat Scolari yang melatih dan mengantarkan Brasil menjuarai Piala Dunia 2002, kembali menukangi timnas.

Scolari membawa Selecao menjuarai Piala Konfederasi di Brazil tahun ini di mana Brazil menghancurkan juara dunia Spanyol 3-0 pada laga final. Juara dunia lima kali ini menggantungkan diri kepada para pemain seperti Thiago Silva dan Neymar.

KAMERUN
Pelatih: Volker Finke
Veteran asal Jerman Volker Finke mengambil alih kepemimpinan tim Mei lalu dan mengantarkan "Indomitable Lions" lolos kualifikasi zona Afrika setelah menang 4-1 dalam laga play-off melawan Tunisia bulan lalu.

Kamerun meningkat di bawah kepemimpinan Finke namun tim kali ini bukan tandingan tim yang pernah mencapai perempatfinal Piala Dunia 1990.

Samuel Eto'o kembali menjadi kapten tim dan menjadi andalan, kendati kualitas serupa ada pada para pemain muda seperti Nicolas N'Koulou dan Alex Song.

MEKSIKO
Pelatih: Miguel Herrera
Meksiko akan tampil pada putaran final keenam kali berturut-turut, kendati harus melewati dahulu kemenangan play-off dari Selandia Baru setelah terseok-seok di babak kualifikasi.

'El Tri' hanya dua kali menang dan hanya mencetak tujuh gol pada 10 laga terakhirnya di grup CONCACAF, dan sudah tiga kali mengganti pelatih sebelum akhirnya Herrera menangani timnas ini.
Herrera, yang pernah menukangi Club America, kini akan membawa timnas di tengah upaya Meksiko yang memenangi medali emas Olimpiade London 2012, mencapai setidaknya babak 16 Besar.
Herrera menurunkan skuad berisi para pemain yang bermain di liga domestik saat menghadapi Selandia Baru pada play-off namun juga bisa memanggil bintang-bintangnya di luar negeri seperti Javier Hernandez dan Giovani dos Santos.

Dia juga mesti berusaha menyakinkan pemain Real Sociedad Carlos Vela untuk bergabung dalam skuad.

KROASIA
Pelatih: Niko Kovac
Kroasia yang hanya berpenduduk empat juta orang, selalu memesankan kekuatan di atas kemampuannya pada sepakbola internasional, dengan pernah menempati peringkat tiga Piala Dunia 1998 di Prancis dan dua kali mencapai babak delapan besar Piala Eropa.

Skuad kali ini dikuatkan oleh pemain-pemain seperti Luka Modric, Ivan Rakitic dan Mario Mandzukic kendati pemain terakhir yang menjadi striker Bayern Munchen itu terkena larangan bermain sementara setelah dikeluarkan dari lapangan pada laga play-off yang menentukan melawan Islandia dan dimenangkan Kroasia.

Kroasia juga menghadapi masalah lain berupa penampilan tak konsisten seperti terlihat pada babak kualifikasi. Kroasia yang menempati peringkat kedua dalam grup kualifikasi di bawah Belgia sebelum mantan kapten Kroasia kelahiran Jerman Niko Kovac menggantikan Igor Stimac untuk memimpin tim mengatasi Islandia.



GRUP B


Juara dunia Spanyol akan lebih cepat bertarung kembali menghadapi lawannya pada final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Belanda, setelah keduanya menghuni Grup B.

Selain dua tim Eropa ini, Grup B juga menghadirkan Chile dan Australia yang tampaknya Australia menjadi tim terlemah di grup ini.

SPANYOL
Pelatih: Vicente Del Bosque
Spanyol adalah juara dunia saat ini dan juara dua Piala Eropa terakhir, yang akan menuju Brasil dengan alasan pasti bahwa merea bisa menumbangkan tuan rumah dan para penantang lainnya untuk juara kembali.

Kendati begitu mereka dikalahan 0-3 oleh Brasil pada final Piala Konfederasi tahun ini, dan para pemain kunci di masa-masa lalu seperti Xavi Hernandez tengah meredup.

Kiper dan kapten Iker Casillas kehilangan tempatnya di Real Madrid, namun banyak dari pemain-pemain lainnya masih sangat bagus di puncaknya, termasuk Sergio Ramos, Andres Iniesta dan Sergio Busquets. Del Bosque telah membuktikan  mampu mengintegrasikan wajah-wajah baru ke dalam skuad.

CHILE
Pelatih: Jorge Sampaoli
Jorge Sampaoli menggantikan pelatih sesama asal Argentina Claudio Borghi sebagai pelatih La Roja dan mengantarkan timnya nyaman mengakhiri kampanye kualifikasi tim di zona Amerika Selatan dengan empat kali menang dan sekali seri untuk finish di urutan ketiga di bawah Argentina dan Kolombia.

Sampaoli menikmati sukses di tingkat klub bersama Universidad de Chile sebelum menangani timnas, dan timnya berjanji untuk menjadi salah satu yang terbaik di Brazil seperti tim yang dilatih Marcelo Bielsa pada Piala Dunia 2010.

Arturo Vidal dari Juventus dan Alexis Sanchez dari Barcelona adalah dua bintang terhebat di skuad. Chile belum lama ini mencetak kemenangan meyakinkan dalam laga persahabatan melawan Inggris di  Wembley.

AUSTRALIA
Pelatih: Ange Postecoglou
Australia tampil tiga kali berturut-turut pada putaran final Piala Dunia dan total sudah empat kali, namun Socceroos ke Brazil dengan ekspektasi biasa-biasa.

Mereka berjuang meyakinkan diri pada kualifikasi Asia di bawah pelatih asal Jerman Holger Osieck dengan memenangi tiga dari delapan laganya di grup terakhirnya.

Pelatih ini dipecat menyusul kekalahan 0-6 dari Prancis dalam laga persahabatan Oktober silam.

Dia kemudian digantikan Postecoglou, orang Australia kelahiran Yunani yang sebelumnya telah mengantarkan Brisbane Roar berturut-turut menjuarai A-League. Postecoglou berharap pada penampilan terhormat di Brasil sebelum mengantarkan tim pada Piala Asia 2015 di Australia.

Kiper veteran Mark Schwarzer belum lama ini pensiun dari penampilan internasionalnya, dan kiper Bayer Leverkusen Robbie Kruse menjadi salah satu yang menjadi calon penggantinya.

BELANDA
Pelatih: Louis van Gaal
Finalis Piala Dunia 2010 ini melaju melalui babak kualifikasi dengan hanya kehilangan dua poin dan mencetak 34 gol. Itu membanggakan bagi Van Gaal yang kembali menukangi 'Oranje' setelah gagal membawa Belanda lolos ke putaran final Piala Dunia 2002.
Belanda melaju mulus ke Brazil dengan berlimpah kualitas.

Robin van Persie, Arjen Robben dan Wesley Sneijder masing menjadi anggota skuad penting, sedangkan yang lainnya seperti Kevin Strootman yang memperkuat Roma bermunculan.



GRUP C


Grup C Piala Dunia 2014 dihuni oleh tim-tim dengan kekuatan relatif seimbang, namun sepertinya Kolombia akan menjadi terfavorit memuncaki grup karena tampil di benuanya sekaligus penampilan lebih mengesankan di babak kualifikasi.

Tiga tim lainnya yang menghuni grup ini adalah Jepang, Pantai Gading dan Yunani.

Dengan penampilan mulusnya selama kualifikasi dan prestasi lumayan pada beberapa Piala Dunia terakhir yang diikutinya, Jepang akan menjadi pendamping kuat Kolombia ke babak berikutnya.

KOLOMBIA
Pelatih: Jose Pekerman
Kolombia lolos meyakinkan di bawah Argentina di zona Amerika Selatan demi menggapai putaran final Piala Dunia pertama mereka sejak Piala Dunia 1998 di Prancis.

Pelatihnya yang asal Argentina Jose Pekerman telah membangun sebuah tim yang atraktif dengan ujung tombak Radamel Falcao, namun juga diperkuat para pemain seperti Carlos Bacca, James Rodriguez dan Jackson Martinez.

Los Cafeteros sebelumnya tak pernah tampil mengesankan pada putaran final Piala Dunia namun mereka saat ini menempati peringkat empat dunia dan dianggap berbahaya oleh tim mana pun yang akan ke Brasil.

Pekerman melatih timnas negaranya pada perempatfinal Piala Dunia 2006 di Jerman.

PANTAI GADING
Pelatih: Sabri Lamouchi
Lamouchi yang mantan pemain timnas Prancis ini membuktikan diri pantas menjadi pelatih the Elephants yang tak terkalahkan dalam laga kualifikasi namun mengalami momen-momen gawat dalam pertandingan playoff yang menentukan melawan Senegal.

Keikutsertaan kali ini juga akan menjadi putaran final Piala Dunia ketiga kalinya berturut-turut untuk Pantai Gading dan mereka akan berharap untuk akhirnya maju melebihi fase grup setelah menderita karena masuk grup neraka pada Piala Dunia 2006 dan 2010.

Kali ini akan menjadi peluang terakhir dari generasi emas Didier Drogba dan Yaya Toure yang kalah mengenaskan pada final Piala Afrika 2012 lewat adu penalti dari Zambia, untuk tampil mengesankan pada sebuah turnamen besar, kendati ada sejumlah pemain bertalenta masuk termasuk Serge Aurier dan Wilfried Bony.

JEPANG
Pelatih: Alberto Zaccheroni
Jepang akan tampil kelima kali berturut-turut pada Piala Dunia dan akan berupaya mempersembahkan penampilan mengesankan pada turnamen besar.

Mereka mencapai babak 16 Besar Piala Dunia 2010 dan menjuarai Piala Asia 2011 dan Piala Asia Timur tahun ini, dan 'Samurai Biru' dengan mudah lolos di bawah kepelatihan Zaccheroni yang mantan pelatih AC Milan tersebut.

Mereka mempunyai kualitas yang mumpuni di tengah termasuk kapten Makoto Hasebe yang memperkuat Nuremberg, pemain CSKA Moscow Keisuke Honda dan pemain Manchester United Shinji Kagawa.

YUNANI
Pelatih: Fernando Santos
Juara Eropa 2004 ini secara khusus sulit ditundukkan dalam babak kualifikasi hingga mengalahkan Rumania di play-off setelah finish di belakang Bosnia-Herzegovina dengan perbedaan gol di grup mereka.

Mereka hanya sedikit kebobolan gol, namun juga lebih tumpul menciptakan gol dan mengandalkan talenta-talenta mencipta gol dari pemain seperti striker Olympiakos Kostas Mitroglou.

Yunani tak pernah lolos dari fase grup dalam penampilannya pada dua putaran final Piala Dunia yang diikutinya, sehingga kini mereka berharap mendapatkan keberuntungan di penampilan ketiga kalinya di bawah asuhan pelatih asal Portugal Fernando Santos.



GRUP D, TIGA TIM PERNAH JUARA DUNIA


Tiga tim yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia bertemu di grup yang dikategorikan grup neraka ini.

Juara dunia empat kali Italia akan saling berhadapan dengan  juara dunia satu kali Inggris dan dua kali juara dunia Uruguay.  Selain ketiga tim, Kosta Rika menjadi tim keempat di antara tiga raksasa sepakbola dunia penghuni grup ini.

URUGUAY

Pelatih: Oscar Tabarez
Piala Dunia di BraSil akan spesial bagi Uruguay yang terkenal mengalahkan tetangganya itu lewat pertandingan menentukan di Maracana untuk merebut Piala Dunia 1950.

Tim yang ada sekarang sepertinya tidak akan bisa menyamai pencapaian mengesankan tersebut tapi tim asuhan Tabarez sukses mencapai semifinal di Afrika Selatan pada 2010 sebelum menjuarai  Copa America di Argentina pada 2011.

'La Celeste' berjuang keras di babak kualifikasi dengan finish kelima di zona Amerika Selatan, dan terlebih dahulu harus mengalahkan Yordania di play-off untuk lolos ke putaran final.
Tabarez, yang kini berjalan dengan bantuan tongkat, akan mengandalkan kualitas kelas dunia dari Luis Suarez dan Edinson Cavani dalam menyerang.

ITALIA

Pelatih: Cesare Prandelli
Runner-up Euro 2012 ini lolos dari kualifikasi dengan tak terkalahkan dan akan tampil pada putaran final Piala Dunia yang ke-14 kali berturut-turut.

Prandelli telah menuntaskan kerja mengesankan sejak mengambilalih tim menyusul penampilan mengecewakannya pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ketika gagal lolos dari fase grup.

Prandelli menularkan keberhasilanya membangun Juventus yang kuat pada timnas, sedangkan veteran Andrea Pirlo yang akan berusia 35 tahun Juni nanti, masih akan menjadi sumber utama kreativitas di tengah.

Peluang Italia untuk menyamai rekor juara dunia lima kali Brazil kemungkinan akan sangat tergantung pada kemampuan Prandelli dalam mengeluarkan kemampuan terbaik Mario Balotelli, di samping pada harapan tetap bugarnya striker Fiorentina Giuseppe Rossi.

KOSTA RIKA

Pelatih: Jorge Luis Pinto
Kosta Rika finish kedua di bawah Amerika Serikat pada akhir kualifikasi grup CONCACAF untuk kembali ke Piala Dunia setelah kehilangan tempat pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Penyerang Fulham Bryan Ruiz mengkapteni 'Los Ticos' dan akan melakukan yang terbaik untuk maju dari fase grup.

Pinto adalah orang Kolombia, namun dekat sekali hubungannya dengan Kosta Rika, dan dia menikmati sukses di sana pada tingkat klub pada dekade lalu.  Sebelumnya dia menangani tim ini pada Piala Dunia 2006.

INGGRIS
Pelatih: Roy Hodgson
Inggris lolos dari kualifikasi dengan rekor tak terkalahkan dan mencetak 31 gol, namun kali ini datang dengan ekspektasi lebih rendah masuk final turnamen besar.

Juara Piala Dunia 1966 yang mencapai setidaknya babak 16 Besar pada empat PIala Dunia terakhir itu memiliki masalah di tiang gawang karena kiper pilihan utama Joe Hart berjuang memulihkan performanya.

Kekalahan belakangan ini dalam laga persahabatan melawan Chile dan Jerman membuat tim asuhan Hodgson bisa mengalami kesulitan kala melawan tim kelas atas di Brasil.

Kendati begitu ada para pemain bagus di depan seperti Wayne Rooney dan Daniel Sturridge, serta pemain Arsenal Jack Wilshere.


GRUP E


Kendati menempati urutan kedua klasemen akhir grup kualifikasi di bawah Spanyol, Prancis tampakknya menjadi favorit terkuat menjuarai Grup E mengingat menghadapi lawan-lawan yang lebih mudah.

Meski ada Swiss yang sempat menumbangkan Spanyol pada fase grup Piala Dunia empat tahun sebelumnya, di samping Honduras dan Ekuador, Prancis bisa menjadi tim yang terbaik di grup ini walau perjalanannya tidak mulus.

SWISS
Pelatih: Ottmar Hitzfeld
Swiss lolos ke putaran final grup Eropa paling lemah dengan finish di puncak kendati seri melawan Siprus dan Islandia.

Ini akan menjadi putaran final Piala Dunia kedua di bawah kepelatihan Hitzfeld -selain Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan-- mereka sempat mengalahkan Spanyol pada laga pembuka namun gagal lolos dari fase grup.

Swiss akan berharap maju kali ini. Hitzfeld memanggil pemain Napoli Gokhan Inler dan Xherdan Shaqiri dari Bayern Munchen.

EKUADOR
Pelatih: Reinaldo Rueda
Ekuador lolos ketiga kalinya ke putaran final Piala Dunia setelah finish di atas Uruguay dengan selisih gol demi tempat otomatis lainnya dari zona Amerika Selatan ke Brasil.

Kendati tim asuhan Reinaldo Rueda ini tampil mengesankan di kandang, Ekuador gagal menang pada setiap laga tandang di luar Quito di mana ketinggian tempat menjadi keuntungan besar bagi Ekuador.

Ekuador lolos berkat satu gol "sudden death" dari striker Chucho Benitez pada Juli lalu, namun tim akan ke Brasil dengan skuad yang dikapteni gelandang Manchester United Antonio Valencia dan diperkuat penyerang bertenaga Felipe Caicedo. Rueda adalah orang Kolombia yang memimpin Honduras pada putaran final Piala Dunia 2010.

HONDURAS

Pelatih: Luis Fernando Suarez
Honduras finish empat poin di atas Meksiko untuk meraih tempat otomatis dari zona CONCACAF setelah menang tandang di Meksiko di Stadion Azteca.

Negara Amerika Tengah yang hanya berpenduduk delapan juta orang ini lolos ke putaran final Piala Dunia ketiga kalinya, dan kedua berturut-turut, di mana Suarez mengikuti langkah pendahulunya yang asal Kolombia Reinaldo Rueda yang sukses mengantarkan 'Los Catrachos' ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Skuadnya diperkuat sejumlah pemain yang berlaga di Eropa seperti bek kiri Celtic Emilio Izaguirre dan Wilson Palacios yang memperkuat Stoke City.

PRANCIS

Pelatih: Didier Deschamps
Setelah menempati posisi kedua di bawah juara dunia sekaligus juara Eropa, Spanyol pada grup kualifikasi, Prancis sepertinya akan tersingkir dari sebuah turnamen besar untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir ketika kalah 0-2 dari Ukraina pada leg pertama play-off kedua timnas.

Kegagalan akan menjadi babak terbaru dari sejarah kelam Les Bleus belakangan ini, namun kemenangan meyakinkan 3-0 pada leg kedua telah memastikan tempat mereka di Brasil.

Deschamps, yang mengkapteni Prancis menuju kejayaan Piala Dunia 1998 danEuro 2000, harus berusaha mengembangkan para bakat muda seperti Raphael Varane dan Paul Pogba serta mengeluarkan kemampuan terbaik Franck Ribery dan Karim Benzema.

Kendati begitu, Prancis akan berusaha tampil terhormat demi menghadapi Euro 2016 yang akan dituanrumahinya.


GRUP F, SI FAVORIT ARGENTINA


Argentina jelas favorit terkuat juara grup ini, tapi Nigeria dan Bosnia Herzegovina bisa saja menyulitkan juara dunia dua kali ini, sedangkan Iran akan menjadi tim paling lemah di grup.

ARGENTINA
Pelatih: Alejandro Sabella
Argentina lolos dari Zona Amerika Selatan dengan memuncaki klasemen dua poin di atas Kolumbia dengan hanya dua kali kalah, termasuk pada laga terakhir melawan Uruguay setelah dipastikan lolos ke Piala Dunia.

Juara dunia pada dua kali penyelenggaraan terakhir Piala Dunia di Amerika Latin --masing-masing pada 1978 dan 1986-- ini a akan menjadi penantang serius gelar juara di tanah tempat musuh bebuyutannya berada.

Serangan mereka, yang dipimpin Lionel Messi namun juga diperkuat para talenta kelas dunia seperti Sergio Aguero, Gonzalo Higuain dan Angel Di Maria, adalah terhebat di dunia sepakbola namun ada keperihatinan terhadap pertahanan sekalipun masih ada kiper pilihan utama Sergio Romero.

NIGERIA
Pelatih: Stephen Keshi
Nigeria mungkin memiliki peluang terbaik dibandingkan tim-tim Afrika lainnya yang lolos ke Brasil.

Elang Super menjuarai Piala Afrika belum lama tahun ini di Afrika Selatan dan dengan mudah melewati Ethiopia di play-off untuk lolos ke putaran final Piala Dunia.

Keshi, yang juga mengantarkan negaranya menggondol trofi Piala Afrika tahun 1994 sewaktu menjadi pemain, telah menyelesaikan tugas yang luar biasa pada keadaan-keadaan sulit, termasuk tidak digaji selama beberapa bulan.

Dengan skuad berintikan para pemain Liga Premier seperti John Obi Mikel dan Victor Moses, Nigeria ingin menyamai penampilan terbaik sebelumnya masuk ke babak 16 Besar Piala Dunia 1994 dan 1998.

IRAN
Pelatih: Carlos Queiroz
Iran adalah tim top Asia dan memenangi babak kualifikasi terakhirnya di atas Korea Selatan dan Uzbekistan.

Di bawah kepelatihan  Queiroz, mereka melaju ke putaran final Piala Dunia yang keempat kalinya dan yang pertama sejak Piala Dunia 2006 di Jerman.

Queiroz, yang membawa negara asalnya Portugal ke babak 16 Besar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, memiliki skuad yang sebagian besar diisi pemain liga domestik, dipimpin oleh kapten Javad Nekounam yang pernah bermain di Osasuna, Spanyol.

Pada level internasional, nama paling dikenal dari 'Team Melli' adalah gelandang Fulham Ashkan Dejagah. Iran sepertinya akan kembali berjuang keras untuk maju melewati fase grup.

BOSNIA-HERZEGOVINA

Pelatih: Safet Susic
Hanya dua dekade sejak merebut kemerdekaan, Bosnia akan menjadi satu-satunya tim di Brazil yang memulai debutnya pada putaran final Piala Dunia.

Di bawah Susic yang memperkuat Yugoslavia pada Piala Dunia 1982 dan 1990, Bosnia akhirnya lolos ke sebuah turnamen besar setelah kalah dua kali dari Portugal pada play-off untuk satu tempat Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.

Bosnia lolos di atas Yunani berkat selisih gol, setelah menjaringkan 30 gol dalam 10 pertandingan.

Bosnia memesankan pola serangan menyeramkan di mana di dalamnya terdapat pemain Manchester City Edin Dzeko dan pemain Stuttgart Vedad Ibisevic yang disokong para talenta kreatif seperti Zvjezdan Misimovic dan Miralem Pjanic.
Bosnia bisa menciptakan kejutan di grup ini.


GRUP G, PERANG GENGSI JERMAN - PORTUGAL


Grup ini juga tergolong grup neraka, namun Jerman sebagaimana biasa menjadi favorit kuat juara grup, apalagi memiliki rekor mengesankan selama babak kualifikasi.

Portugal dan Amerika Serikat akan menjadi penantang serius bagi laju Jerman, sementara pelatih timnas AS Jurgen Klinsmann harus bersiap tampil lebih cepat menghadapi negaranya, Jerman, yang pernah dibelanya baik ketika sebagai pemain maupun pelatih.

JERMAN

Pelatih: Joachim Loew
Sejak menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2006 di kandangnya, Jerman terus terpuruk pada turnamen besar di bawah asuhan Loew.
Runner-up Euro 2008 yang dikalahkan pada semifinal Piala Dunia 2010 dan Euro 2012 itu diperkirakan tampil hebat kembali di Brasil.

Jerman melaju dari kualifikasi dengan hanya kehilangan dua poin dan mencetak 36 gol dari 10 pertandingan. Juara dunia tiga kali ini kaya dengan opsi menyerang, berkat adanya Mario Goetze, Marco Reus, Thomas Mueller dan Julian Draxler.

Namun pertahanannya merisaukan kendati memiliki Manuel Neuer yang adalah salah satu kiper terbaik di dunia.

GHANA

Pelatih: Kwesi Appiah
Ghana lolos untuk ketiga kali berturut-turut ke putaran final Piala Dunia dengan mengalahkan Mesir dalam agregat 7-3 pada play-off Afrika.

The Black Stars mencapai perempatfinal Piala Dunia Afrika Selatan lalu sebelum kalah adu penalti dari Uruguay dan Appiah akan menghadapi lawan-lawan yang sudah dikenalnya dengan baik pada putaran final di Brasil.

Asamoah Gyan dan Michael Essien masih memperkuat Ghana, sedangkan Andre dan Jordan Ayew bersaudara kembali setelah absen dari timnas, sedangkan pemain kelahiran Jerman Kevin-Prince Boateng pensiun dari penampilan internasionalnya.

Keraguan menyelimuti tim yang kalah pada semifinal Piala Afrika 2013 ini , tapi mereka akan berusaha keras mencapai babak knockout.

AMERIKA SERIKAT

Pelatih: Jurgen Klinsmann
AS beralih ke Klinsmann yang mengantarkan Jerman Barat menjuarai Piala Dunia 1990 sewaktu masih menjadi pemain dan lalu membawa Jerman bersatu ke semifinal Piala Dunia 2006 di Jerman, untuk membawa AS ke putaran final yang ketujuhnya.

AS memuncaki grup CONCACAF untuk lolos dan juga memenangi Piala Emas tahun ini namun mereka harus berjuang keras jika ingin menyamai prestasi terbaik mereka sebelumnya mencapai perempatan final Piala Dunia 2002.

Tim besutan Klinsmann ini dihuni oleh para pemain yang bermain di Eropa seperti Tim Howard, Michael Bradley dan Jermaine Jones.

PORTUGAL
Pelatih: Paulo Bento
Dalam tiga turnamen besar berturut-turut Portugal harus melewati dahulu play-off untuk lolos ke Piala Dunia.

Timnas asuhan Paulo Bento yang diinspirasi Cristiano Ronaldo ini mengalahkan Swedia dalam dua leg playoff bulan lalu untuk merebut tempatnya di Brazil.

Dengan Ronaldo, mereka tak terbantahkan lagi memiliki pemain terbaik dunia saat ini, namun tim besutan Bento tersebut kekurangan kekuatan.

Akankah tim ini mencapai semifinal seperti Piala Dunia 2006 dan Euro 2012, atau akankah mereka tampil seperti tim yang tampil mengecewakan di Afrika Selatan pada  2010?  Portugal nyaris menyamai pencapaian tetangganya Spanyol sebelum akhirnya kalah pada penampilan-penampilannya dalam dua turnamen terakhir.



GRUP H


Dalam Grup H bercokol tim-tim dengan kekuatan relatif merata, namun dua tim Eropa di grup ini yaitu Belgia dan Rusia sepertinya akan sangat berpeluang melenggang ke babak berikutnya.

Akan halnya Korea Selatan yang juga menghuni klub ini, sepertinya tak berkekuatan seperti tim yang mencapai semifinal Piala Dunia 2002 atau perempatfinal Piala Dunia 2010. Tapi Korea Selatan selalu tampil ngotot akan tetap tim yang membahayakan, sedangkan Aljazair sepertinya menjadi tim terlemah di grup ini.

BELGIA
Pelatih: Marc Wilmots
Harapan tinggi Red Devils bisa menciptakan impresi serius pada kehadiran pertama mereka dalam turnamen besar sejak Piala Dunia 2002.

Di bawah Marc Wilmots yang memperkuat negara itu pada Piala Dunia 1994, 1998 dan 2002, Belgia lolos dari babak kualifikasi tanpa sekali pun kalah dan skuad mereka dipenuhi para pemain yang membintangi liga-liga Eropa, dari Thibaut Courtois di depan sampai Vincent Kompany di bek tengah, dari  Marouane Fellaini di lapangan tengah sampai para pemain seperti  Eden Hazard, Romelu Lukaku dan Christian Benteke di barisan serang.

Belgia jelas optimistis, namun menyamai rekor mencapai Empat Besar pada Piala Dunia 1986 adalah pertanyaan besar.

ALJAZAIR

Pelatih: Vahid Halilhodzic
Alzajair lolos ke putaran final Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah mengalahkan Burkina Faso melalui gol tandang pada pertandingan play off.

'Les Fennecs yang tersisih pada Piala Afrika setahun sebelumnya, tak pernah lolos dari fase grup Piala Dunia dan akan berjuang keras di Brasil.

Pelatih veteran asal Bosnia Vahid Halilhodzic yang pernah membawa Pantai Gading lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 namun dipecat sebelum turnamen di Afrika Selatan berlangsung, memiliki tim yang berisi sejumlah kecil bintang-bintang mapan.

Kapten Madjid Bougherra akan memimpin di barisan belakang, sedangkan para pemain bertalenta seperti Sofiane Feghouli yang memperkuat Valencia dan Ishak Belfodil dari Inter Milan, memperkuat barisan depan.

KOREA SELATAN
Pelatih: Hong Myung-Bo
Korea Selatan sempat tersandung di kualifikasi, namun mereka akhirnya bisa melewati hadangan Uzbekistan lewat selisih gol demi mencapai putaran final Piala Dunia kedelapan kalinya. Hong Myung-Bo, pemain paling lama memperkuat timnas dan peraih Bola Perunggu pada Piala Dunia 2002 ketika Korea Selatan mencapai semifinal di tanahnya sendiri, dipilih menjadi pelatih Juni lalu untuk menggantikan Choi Kang-Hee.

Akan ada kontingen besar pemain-pemain liga domestik dalam skuadnya di Brazil, tapi bintangnya adalah Son Heung-Min dari Bayer Leverkusen di Bundesliga.

Korea Selatan akan berusaha tampil baik untuk menyamai pencapaian babak 16 Besar pada Piala Dunia 2010.

RUSIA

Pelatih: Fabio Capello
Lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002 dengan memuncaki klasemen grup di atas Portugal, tim asuhan Fabio Capello kini mesti berupaya melakukan apa yang tidak dilakukan tim Rusia sejak pecah dari Uni Soviet dengan mencapai babak knockout.

Capello, yang mengantarkan Inggris ke babak 16 Besar Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010, tengah berunding untuk memperpanjang kontraknya dengan timnas Rusia di saat negeri ini membangun tim menjelang Piala Dunia 2018 yang diadakan di Rusia.

Sukses tim Rusia sejauh ini dibangun di atas pertahanan yang solid yang dijaga kiper Igor Akinfeev dan dua kawan seiringnya dari CSKA Moscow yakni Sergei Ignashevich dan Aleksei Berezutski.(AFP/ANTARA/TRIBUNNNEWS)

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2011.Robertus Senja | Template by VungTauZ.Com